Suka makan di meja komputer sambil bekerja?? Waduh, pikir panjang lagi deh kalau anda sering melakukan hal tersebut. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh seorang editor majalah komputer, Sarah Kidner menemukan bahwa terdapat banyak bakteri yang tertinggal di komputer, terutama keyboard apabila anda tidak rajin membersihkan komputer. Bakteri ini sendiri ada karena kebiasaan kita yang mungkin sering tidak mencuci tangan, bahkan bakteri ini jumlahnya hampir sama dengan bakteri yang ada di WC atau toilet. Ihhh . . . . . . . . Seorang peneliti mikrobiologis, James Francis melakukan penelitian terhadap 33 keyboard, tempat duduk toilet dan pegangan toilet, dan ternyata bahkan di keyboard pun terdapat bakteria yang hampir sama yang ada di toilet yang memungkinkan anda terjangkit penyakit yang cukup serius. Ditemukan dalam 4 buah keyboard, sangat berpotensi untuk menyebarkan penyakit dan satu diantaranya bahkan jauh lebih kotor dan berbahaya dibandingkan dengan bakteri yang ditemukan di tempat duduk toilet. Nah, masih mau makan di meja komputer sambil mengetik??? makanya rajin-rajinlah membersihkan komputer anda. Attachment: bacteria1.jpg
Duh... Ulang tahun lagi... Kenapa ya kalo udah lewat kepala 3, ulang tahun jadi berasa beda ??? Kalo dulu kayaknya seneng banget... Ulang tahun nambah umur, tambah dewasa, tambah PeDe, tambah bijaksana... Makan2... dapet ucapan dari family dan temen2... Tapi sekarang, koq kayaknya kalo ulang tahun malah berasa umur gua dikurangin 1 tahun lagi... :)
No matter what i feel, i would like to thank all my friends... yang udah rela menyisihkan sebagian dari memori otaknya untuk mengingat hari Ulang Tahun gua... Yang udah mau repot2 kirim kartu ucapan elektronik... *udah gak jaman kali ya kirim pake pos... :) Yang udah bela2in berusaha jadi orang pertama yang kasih ucapan selamet ultah buat gua (lewat sms, by phone, e-mail, PM / Comment / Guestbook di FS & MP)... *ada yang bener2 jam 12.01 lho... dan tahun ini gak cuma 1 orang yang begitu... Gila terharu banget gua...
Ada beberapa hal yang membuat tahun ini gua bangga ber-ulang tahun... Bangga bahwa gua ternyata punya banyak temen2 yang masih inget sama gua... Bangga karena ternyata banyak yang care sama gua.... Bangga bahwa gua ternyata orang yang layak di-bela2in... Bangga bahwa banyak yang gak cuma minta makan2 doang.... hehehe.....
Yang terakhir, karena rata2 pada nanya : "Mau Kado Apa?"... Gua juga bingung jawabnya... Karena gua udah berasa dapet kado walaupun cuma dikasih ucapan, melalui apapun ucapan itu gua dapet... Tapi kalo boleh gua minta kado tambahan dari Temen2, cuma ada 1 yang gua pengen minta.... cuma ada 1 yang menurut gua adalah kado yang paling berharga buat hidup gua sekarang ini... DOA.... Karena gua yakin DOA yang tulus dari temen2 dan DOA yang diminta oleh semua orang buat gua, pasti akan didenger Tuhan... dan mudah2an akan lebih dikabulkan oleh Nya... *Gua doa sendiri aja didenger apalagi banyak yang doa.... hehehehe....
Tolong doa'in supaya jalan hidup yang gua pilih adalah 'jalan yang benar' dan selalu 'di jalan yang benar'... supaya apa yang gua usaha dan lakukan tidak sia2, mendapat berkah dan rejeki yang 'cukup' untuk gua dan my family.... dan yang terakhir, supaya Tuhan berkenan memberikan gua kesehatan dan umur yang panjang, supaya gua selalu tetap bisa bersama2 dengan keluarga dan teman2 yang gua cintai... Amin...
Sepasang kakek dan nenek pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik. "Lihat cangkir itu," kata si nenek kepada suaminya. "Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat," ujar si kakek. Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara; "Terima kasih untuk pujiannya, tapi kalian perlu tahu bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar. Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Stop ! Stop ! Aku berteriak, Tetapi orang itu berkata "belum !" lalu ia mulai mencengkeram dan memukulku berulang-ulang. Stop! Stop! teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian. Panas ! Panas ! Teriakku dengan keras. Stop ! Cukup ! Teriakku lagi. Tapi orang ini tidak mendengar teriakanku. Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku. Oh ternyata belum. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Stop ! Stop! Aku berteriak. Wanita itu berkata "belum !" Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya! Tolong! Hentikan penyiksaan ini ! Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku.Ia terus membakarku. Setelah puas "menyiksaku", kini aku dibiarkan dingin. Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku." Think about this: Seperti inilah Tuhan membentuk kita. Pada saat Tuhan membentuk kita, mungkin tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata. Tetapi inilah satu-satunya cara bagi-Nya untuk mengubah kita supaya menjadi cantik, kuat dan mulia. "Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila Anda jatuh ke dalam berbagai cobaan, sebab Anda tahu bahwa ujian terhadap kita menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya Anda menjadi sempurna, utuh dan tak kekurangan suatu apapun." Apabila Anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati, karena Tuhan mungkin sedang membentuk Anda. Bentukan-bentukan ini memang menyakitkan tetapi setelah semua proses itu selesai, Anda akan melihat betapa cantiknya Tuhan membentuk Anda.
Dear all, PT Jamu Puspo Internusa sedang membutuhkan beberapa posisi sbb : 1. Koordinator Promosi / Team Leader, dengan kriteria sbb : - Pria / wanita, usia 21 – 27 tahun.
- Pendidikan Minimal D3
- Komunikatif
- Memiliki motor dan SIM C
- Berpenampilan menarik, rapih & bersih
- Memiliki pengalaman di sales min 1 tahun.
- Diutamakan pernah menangani sales di consumergoods HOREKA ( Hotel, Restaurant & Cafe ) & OTC
2. Product Executive, dengan kriteria sbb : 1. Wanita, usia 21 – 27 tahun. 2. Pendidikan S1 Farmasi / dokter 3. Komunikatif 4. Berpenampilan menarik, rapih & bersih. 5. Memiliki pengalaman di marketing min 1 tahun. 3. Accounting Staff, dengan kriteria sbb : 1. Wanita ( single ), usia maksimal 27 tahun. 2. Pendidikan min D3 Komputer akuntansi / S1 Akuntansi. 3. Pengalaman min 1 tahun di bidang finance / akuntansi 4. Diutamakan yang mengerti tentang Perpajakan. 5. Jujur & Teliti Bagi teman2 yang memiliki tetangga, saudara, kerabat, teman2 yang sedang membutuhkan pekerjaan dapat tolong disampaikan lowongan ini & tolong disebarkan ke maillist2 yang kalian punya ya... J CV & Surat Lamaran dapat dikirim ke PT Jamu Puspo Internusa,Jl. Taman Tanah Abang III No. 25, Jakarta Pusat 10160,up/ Cynthia – HRD atau dapat dikirim by email ke hrd@jamupuspo.com atau apabila ada pertanyaan2 mengenai lowongan ini dapat disampaikan untuk dapat menghubungi Cynthia – HRD ( 3440725, ext 177 / 32981151 ). Mari bersama2 kita membantu teman2, saudara2, kerabat2 kita yang sedang membutuhkan dan mencari pekerjaan. Ditunggu respon nya ya.......... J Atas perhatian dan kersamanya, diucapkan terima kasih. Regards, Cynthia F K HRD PT Jamu Puspo Internusa
BUKU HARIAN ISTERI
Sabtu Malam - Dia bertingkah aneh. Sebelumnya kami berjanji bertemu di Cafe di Plaza Senayan. Dia menjemputku setelah aku shopping seharian dgn teman-teman, sehingga mungkin dia kesal karena aku agak telat sampai di Cafe, tapi dia tak berkomentar.
Aku merasa ngobrolnya koq seperti nggak nyambung, jadi aku usul kita pergi ketempat yang agak sepi supaya ngobrolnya lebih enak, dia setuju tapi tetap diam dan berjarak. Aku tanyakan apa yang salah - dia jawab, 'Tak ada'. Aku tanyakan apakah kesalahan ku yang membuatnya kesal. Dia bilang hal ini tak ada kaitannya dengan ku dan minta aku nggak usah khawatir atau tanya2 lagi.
Dalam perjalanan pulang, ku bilang aku mencintainya, dia cuma tersenyum tipis dan tetap menyetir. Aku tak bisa menjelaskan perangainya sore itu. Aku tak habis pikir kenapa dia tak menjawab, 'aku cinta kamu juga'. Sesampainya dirumah, aku merasa kehilangan dia, dan seolah-olah dia tak menghendaki ku lagi. Dia hanya duduk dan nonton depan TV; dia terlihat jauh dan menghilang.. ...
Akhirnya aku putuskan untuk tidur. Sekitar 10 menit kemudian, dia menyusul ke kamar. Aku nggak tahan lagi, kuputuskan untuk menghadapinya dan menanyakan soal sebenarnya, tapi dia langsung tertidur. Aku mulai menangis sampai tertidur. Aku tak tahu apa yang harus ku lakukan. Hidupku serasa kiamat...
BUKU HARIAN SUAMI
Semalam Jerman kalah. SIALAAANN!!!
Lagi mood banget nyanyiin 2 lagu ini... Ambil gitar, pasang mic, nyalain komputer... record..... Gue coba nyanyiin pake cara n gaya gue... sori kalo ternyata malah merusak "suasana" musik aslinya... hehehehe........
abis download jgn lupa comment yah.... Hope you all like it...
thanks...
ReZa
Mengenangmu (by KERISPATIH) http://www.box.net/shared/lrsrgpt4os Untukmu Selamanya (by UNGU) http://www.box.net/shared/1ic8op6ccs
| SCENE 1: Beberapa waktu yang lalu saya pergi ke pizza resto dan membayar pesanansaya dengan debit card yang tentunya link langsung dengan account saya(ini sistem baru yang cepat, hanya mendekatkan kartu ke scan reader). Pemuda di counter kasir menerima card saya, mendekatkannya ke scanreadernya dan meletakkannya di meja seperti biasa jika menunggu approval. Ketika menunggu itu, ia mengambil hp dan mulai ber sms. Saya kebetulan memakai HP jenis yang sama, dan saya mengenali bunyi klikseperti pengambilan foto, bukan sms. Ia kemudian mengembalikan kartu saya sambil tetap menekan2 tuts HP nya. Sementara itu saya menduga-duga apa yang difotonya, karena curiga ia memfoto card saya, saya mulai memperhatikan tiap tindakannya. Ia menaruh HPnya di meja dalam posisi tetap terbuka dan beberapa detikkemudianterdengar suara ding seperti picture saved in memory card. Sekarang saya yakin bahwa anak itu memfoto card saya. Dan seandainya HPsaya tidak sama dengan punyanya saya tidak akan tahu bahwa ia memfoto card saya. Scanner bisa di akali dengan kode bar yang sama walaupun itu foto atauprint out, asal susunan code bar sama maka transaksi akan diproses. SCENE 2 Seorang teman anggota sebuah gym, seperti biasa menaruh bawaannya dalam locker. Setelah exercise, dan mandi, ia kembali ke ruang loker dan mendapatilokernya tidak terkunci. Ia berpikir, ah rasanya tadi udah dikunci, atau lupa ya? Ia memeriksa bawaannya, termasuk dompetnya, ternyata tidak ada yanghilang, semuanyaoke, termasuk uang cash dan credit cardnya. Beberapa minggu kemudian, tagihan datang dan banyak transaksi kecil yangjumlahnyaakhirnya sangat mengejutkan. ... Ia menelepon bank dan complain bahwa ia tidak menggunakan sebanyak itu. Petugas customer care memeriksa transaksi dan tidak ada yang salah, dan menanyakan apakah kartunya mungkin dicuri? Ia memeriksa dompetnya dan melihat cardnya masih ada, ia menarik keluarkartu itu dan.......ternyata itu bukan kartunya. Sebuah kartu kredit expired yang sama pencuri menukarnya dari loker gym dan menempatkan card expired yang sama,atas namaorang lain, yang tidak akan terbaca kalau kita tidak menariknya keluardari dompet. Bank tetap menagih jumlah itu karena pemiliknya tidak melaporkan kehilangan. Bank biasanya tidak akan mengkonfirmasi pengguna bila jumlah transaksikecil2. SCENE 3. Seorang pria makan di local resto dan membayar pesanannya dengan credit card. Ia menandatangani bill, pelayan melipat kertas bill dan memberikankembali card kepadanya Biasanya, ia akan langsung menempatkan card tsb. ke dalam dompet tanpamemeriksanya, namun kali ini, ia melihat card tsb. dan mendapati itu card atas nama oranglain. Ia memanggil pelayan itu, sipelayan meminta maaf dan kembali ke counterkasir, kasir mengambil card tsb, lalu mengambil card yang benar dari kolong counter danmemberikannya kepada pelayan. Pelayan kembali ke tamu tsb, meminta maaf dan berjalan kembali ke kasir, tanpa adakata kata lain.... Biasakanlah memeriksa kredit cards setelah transaksi dan memastikan nama yang benar. | | |
A Chinese man walks into a bank in New York City and asks for the loan officer. He tells the loan officer that he is going to China on business for two weeks and needs to borrow $5,000. The bank officer tells him that the bank will need some form of security for the loan, so the Chinese man hands over the keys to a new Ferrari parked on the street in front of the bank. He produces the title and everything checks out. The Loan officer agrees to accept the car as collateral for the loan. The bank's president and its officers all enjoy a good laugh at the Chinese and think 'How Stupid' that Chinese Guy for using a $250,000 Ferrari as collateral against a $5,000 loan. An employee of the bank then drives the Ferrari into the bank's underground garage and parks it there. Two weeks later, the Chinese returns, repays the $5,000 and the interest, which comes to $15.41. The loan officer says, 'Sir, we are very happy to have had your business, and this transaction has worked out very nicely, but we are a little puzzled. While you were away, we checked you out and found that you are a multi-millionaire. What puzzles us is why you would bother to borrow $5,000? The Chinese replies: "Where else in New York City can I park my car for two weeks for only $15.41 and expect it to be there safely when I return.".
Ku Ingin Music & Lyric by ReZa Arrangement & Mixing by ReZa Mastering by Jemi S. (Montreal - Canada)
Bukalah matamu.... dan tataplah mataku... Sebelum engkau berlari... dan tak kembali... Tidakkah kau sadari.... hati kecil ini... Merindukan bayangmu.... slalu.... membisikkan namamu...
* Lelah aku mengejarmu... Engkau smakin jauh... Ku tak sanggup menyimpan semua... Apa yang ku rasakan... Apa yang kudambakan...
REFF : Ku ingin pelukanmu... slalu... Ku ingin senyuman manismu... Ku ingin dekapanmu... slalu... Ku ingin belaian kasihmu... Sampai akhir hidupku... Ku inginkan selalu.... Kamu...
Bukalah matamu... dan tataplah mataku... Sebelum engkau berlari... dan tak kembali.... Ingatkah kau cerita.... saat-saat kita jumpa... Penuh canda dan tawa..... Penuh kenangan indah...
Back to *, REFF
Solo
Back to REFF
---------------------------------------------------------------------------
Buat yang mau denger, bisa preview di www.jemimusic.com (di bagian Featured Songs).
It will also available in my Youtube Music Channel and Local Radio Station... soon !!!
Boss bicara dengan sekretarisnya: Seminggu kita pergi untuk perjalanan dinas, tolong siap-siap. Kamu ikut.
Sekretaris telepon suaminya: Mas saya mau berangkat untuk perjalanan dinas, titip anak2 di rumah ya.
Suami telepon kekasih gelapnya: Istriku mau berangkat seminggu, kamu ada waktu ketemu? Kekasih gelap bilang ke pacarnya: Say, aku musti ke luar kota selama seminggu, kita nggak usah ketemu dulu nggak apa2 ya..... Pacar si kekasih gelap bilang ke Papa-nya : Pa, minggu depan sibuk nggak ? Minggu depan saya banyak waktu luang nih.....kita jalan-jalan yuk, pa ? Rame2 sekeluarga kemana gitu....... Sang Papa ( = Si Boss ) telepon sekretarisnya: Minggu ini saya mau jalan-jalan sama keluarga saya, meeting luar kotanya dibatalkan deh. Sekretaris telepon suaminya: Bossnya ada urusan keluarga mendadak, trip ke luar kotanya dibatalkan Mas. Suami bilang kekasih gelapnya: Kamu tak usah datang ya. Istriku tak jadi pergi. Kekasih gelap telepon pacarnya: Say, aku nggak jadi pergi.... Kita minggu depan ketemu ya.... Kamu bisa ketemu hari apa ? Pacar si Kekasih Gelap bilang sama Papanya: Pa, aku ternyata ada tugas dan acara di kampus. Liburan sekeluarganya bisa diundur nggak ?
Si Papa bilang sama sekretarisnya: Tolong kamu atur lagi jadwal meeting yang kemarin ditunda. Diatur minggu ini saja. Kamu juga siap-siap ikut ya.
Proses komunikasi di-ulang dari awal..... >>>>> Capee deh!!!!!!
After all the hard work studying, you've finally graduated from school. After all the hard work applying for a job, you've finally landed a job that pays you. And after all the hard work finding other jobs, you've finally landed a job that pays you well. Happy? Why not? Isn't this what you really wanted to do all along? What seems to be missing? Why do you feel as though you're starting from the very beginning? Worse, you feel you don't even know where to start. For the first time in a long time you ask yourself, "What do I really want to do in life?" I've asked myself the same questions, and of all the questions I've ever asked myself, this is one of the hardest indeed. But there is a way. And we must believe that all those who seek earnestly finds the answer that they seek. Following are some of the things that helped me realize what it is that I really wanted to do, what it is that would make my life worthwhile and meaningful. It's certainly not an easy journey, and it's easier said than done. It may take even years for some, but take heart, and believe that it is never too late to find the answer you're looking for. 1. Remember you childhood dreams We weren't always the grown ups we are today. Once upon a time we were just kids learning to walk, talk and find our way in this world. Once upon a time we had the imagination to dream and to feel in our hearts what we really wanted to do. But something happened along the way. The necessities imposed upon us and the prejudices society taught us made us think differently. We lost touch of the child within us, the child who knew how to dream and to believe in that dream. Get in touch with that child again. Hear his voice. Pretend you're not afraid of the many difficulties that lie ahead. Pretend you haven't heard of what the many other grownups around you say a responsible person should be doing. Think everything is possible, as when the time you believed in magic and fairytales. Think God can grant you your heart's desires. What do you want? What would you ask for? What have you asked for when you were once a child? Did you want to be a doctor then and heal people? Did you want to be a teacher and feed the mind of young ones with knowledge and wisdom? Did you want to be an artist and paint the world with colors? Set yourself free. Oftentimes, what we really wanted to do, we already knew since when we were but children when our hearts were yet pure and our minds unbridled by the many rules the world has taught us later when we grew up. 2. Explore Now that you already have the means to support yourself, you can finally do things you've only dreamed of before! On my part, I was able to go to places I've never been to; I was able to attend seminars like 3D animation, scriptwriting, and playing the guitar; I was able to buy a digital camera and experiment on taking pictures; I was able to buy an oven and the ingredients needed to bake and cook; I was able to play computer games as much as I wanted and design my blog for hours using the computer I bought myself; I was able to buy the books I've always wanted to read. I have the means now to finally explore the things that delight me and interest me. I can finally nourish the dreams the child in me used to dream only with her heart and with her head. Explore. Don't think you need only to do the things where you can get outright monetary returns. Just set yourself free, now as an adult who knows how to enjoy yourself. Do what you want. It will lead you to those things you would want to be doing all your life. 3. Make a survey The people around us usually have clues about our strengths, talents and skills, and the things that we enjoy doing. Ask these people. They may even tell you things you haven't realized yet, like a good singing voice you've always kept to yourself before! Or you may discover that you're a good leader, and that you inspire the people you work with. You may discover how many people count on your wisdom and insights and thus, seek your counsel for important decisions in their life. Make a survey, and let it guide you in your discovery. 4. Fear not your own beauty and strength In your journey of discovery, you may sometimes get a vision of yourself, your best self, the one you've been searching for all along. But oftentimes too, we immediately disregard this vision, for we cannot believe it to be true. It overwhelms us to think we can be that beautiful and talented and strong. We regard it as an illusion we can never reach, and we settle for the next best thin that comes to our mind. Don't do that. For God did not intend us to settle for something lesser than His greatest plan for us. God made us to be the best and most beautiful we can be so that other people may best be blessed as well through us. Don't belittle yourself. And do not be afraid to see yourself for who you really are, and for who you were truly destined to become. Shine forth your light and fear not your own beauty. 5. Accept your gift Once you have faced the vision of your destiny, learn to accept it with all your heart and spirit and mind and soul. Deny not your gifts, and deny not the accountabilities those gifts carry with them. If you have the gift of entrepreneurship, accept it. Accept that you have the power to lead many people. Accept that these people will count on you. And fear not that you may fail them in the end. Instead, fear that you may not even begin and give them the chance therefore to have a leader as good and strong as you are. 6. Do something you won't ever get tired of doing Once you have explored your many interests, learn to discern which of these things will delight you only for a time, and which of these things will give you joy forever. As for me, I once enjoyed my guitar lessons. But then I soon got tired of practicing and playing the same music again and again so I can master it. I didn't want to hear the song that way. It made me lose interest in the song. But I found out I could compose songs, and that I do not tire of composing them. Realize that when you choose something, your passion in doing it must be that great so as not to tire of doing it all your life. Can you imagine painting everyday of your life? Can you imagine practicing golf for hours for all the days of your life? What is it that you won't ever get tired of doing? What is it that even if others attempt to stop you, you would still be doing just for the sake of doing it? Something you could never stop yourself from doing, because stopping yourself would mean stopping the very flow of life in you? 7. Do what enriches you and blesses others at the same time I've realized that when I write from the heart and from the very depths of my soul, the words I have written do not only help other people, but those very words inspire me first of all. Such is when I know that I have practiced my passion, when I feel enriched instead of feeling exhausted, when I feel that I have received and I have been blessed instead of feeling deprived and spent. I noticed too that when I write from the heart, other people are blessed, they are moved, and in one blessed moment, our souls touch, and our souls are both blessed by the God that gives us all good things. It is thus that you know you have truly found your gift: when the thing you do both enriches you and blesses many others along the way. 8. Set aside what others deem as right, beneficial and noble Although I've suggested to you previously to make a survey of what others think of you and your gifts, you should also be careful that you don't listen to everything people tell you. Try to sense if they are sincere, and if they're truly speaking from the wisdom of their hearts. Other people merely repeat what others say without reflecting on it. Other people would dictate upon you what worked for them, and what may not work for you. Most of all, when you have already discovered what you really wanted to be doing, set aside the prejudices of the world and trust the God who entrusted to you this mission and these gifts. Do not let the opinion of others belittle you or tell you that there are other tasks far nobler or greater than the one you'd like to be doing. 9. Do what really makes you happy and complete God has implanted upon your own heart the desires that would truly make you happy. These are the thing that will guide you in your journey. These are the things that will shed its light in your path where there were only shadows and uncertainties before. Discover the deepest desires of your heart. For it is such desires that if fulfilled can really make you happy and complete. 10. Pray Above all these things my friend, pray. Seek for the counsel of God's Spirit and God will guide you all the way. Pray for enlightenment. Pray for perseverance. And then pray for the courage to use your gifts. It is such that you will know God has a great plan for you, and it is God Himself who will help you to make your dreams come true. *written by Jocelyn Soriano For free stuff and ebooks, visit ITAKEOFFTHEMASK.COM (http://itakeoffthemask.com)
Suatu ketika di sore hari yang terasa teduh, tampak seorang pertapa muda sedang bermeditasi di bawah pohon, tidak jauh dari tepi sungai. Saat sedang berkonsentrasi memusatkan pikiran, tiba-tiba perhatian pertapa itu terpecah kala mendengarkan gemericik air yang terdengar tidak beraturan. Perlahan-lahan, ia kemudian membuka matanya. Pertapa itu segera melihat ke arah tepi sungai di mana sumber suara tadi berasal. Ternyata, di sana tampak seekor kepiting yang sedang berusaha keras mengerahkan seluruh kemampuannya untuk meraih tepian sungai sehingga tidak hanyut oleh arus sungai yang deras. Melihat hal itu, sang pertapa merasa kasihan. Karena itu, ia segera mengulurkan tangannya ke arah kepiting untuk membantunya. Melihat tangan terjulur, dengan sigap kepiting menjepit jari si pertapa muda. Meskipun jarinya terluka karena jepitan capit kepiting, tetapi hati pertapa itu puas karena bisa menyelamatkan si kepiting. Kemudian, dia pun melanjutkan kembali pertapaannya. Belum lama bersila dan mulai memejamkan mata, terdengar lagi bunyi suara yang sama dari arah tepi sungai. Ternyata kepiting tadi mengalami kejadian yang sama. Maka, si pertapa muda kembali mengulurkan tangannya dan membiarkan jarinya dicapit oleh kepiting demi membantunya. Selesai membantu untuk kali kedua, ternyata kepiting terseret arus lagi. Maka, pertapa itu menolongnya kembali sehingga jari tangannya makin membengkak karena jepitan capit kepiting. Melihat kejadian itu, ada seorang tua yang kemudian datang menghampiri dan menegur si pertapa muda, "Anak muda, perbuatanmu menolong adalah cerminan hatimu yang baik. Tetapi, mengapa demi menolong seekor kepiting engkau membiarkan capit kepiting melukaimu hingga sobek seperti itu?" "Paman, seekor kepiting memang menggunakan capitnya untuk memegang benda. Dan saya sedang melatih mengembangkan rasa belas kasih. Maka, saya tidak mempermasalahkan jari tangan ini terluka asalkan bisa menolong nyawa makhluk lain, walaupun itu hanya seekor kepiting," jawab si pertapa muda dengan kepuasan hati karena telah melatih sikap belas kasihnya dengan baik. Mendengar jawaban si pertapa muda, kemudian orang tua itu memungut sebuah ranting. Ia lantas mengulurkan ranting ke arah kepiting yang terlihat kembali melawan arus sungai. Segera, si kepiting menangkap ranting itu dengan capitnya. "Lihat anak muda, melatih mengembangkan sikap belas kasih memang baik, tetapi harus pula disertai dengan kebijaksanaan. Bila tujuan kita baik, yakni untuk menolong makhluk lain, bukankah tidak harus dengan cara mengorbankan diri sendiri, ranting pun bisa kita manfaatkan, betul kan?" Seketika itu, si pemuda tersadar. "Terima kasih, Paman. Hari ini saya belajar sesuatu. Mengembangkan cinta kasih harus disertai dengan kebijaksanaan. Di kemudian hari, saya akan selalu ingat kebijaksanaan yang Paman ajarkan." Pembaca yang budiman, Mempunyai sifat belas kasih, mau memerhatikan dan menolong orang lain adalah perbuatan mulia, entah perhatian itu kita berikan kepada anak kita, orangtua, sanak saudara, teman, atau kepada siapa pun. Tetapi, kalau cara kita salah, sering kali perhatian atau bantuan yang kita berikan bukannya memecahkan masalah, namun justru menjadi bumerang. Kita yang tadinya tidak tahu apa-apa dan hanya sekadar berniat membantu, malah harus menanggung beban dan kerugian yang tidak perlu. Karena itu, adanya niat dan tindakan berbuat baik, seharusnya diberikan dengan cara yang tepat dan bijak. Dengan begitu, bantuan itu nantinya tidak hanya akan berdampak positif bagi yang dibantu, tetapi sekaligus membahagiakan dan membawa kebaikan pula bagi kita yang membantu.
Salam sukses luar biasa!!! Andrie Wongso
A young businessman had just started his own firm. He rented a beautiful office and had it furnished with antiques. Sitting there alone, he saw a man who will come into the outer office. Wishing to appear bonafide, the businessman picked up the phone and started to pretend he was busy and had a big deal business.
He threw huge figures around and pretend as if he had made a giant deal contract. Finally he hung up and asked the visitor, “Yes, can I help you?”
The man said, “Yeah, I’ve come to activate your phone lines.”
"Breakaway" by Kelly Clarkson
Grew up in a small town And when the rain would fall down I'd just stare out my window Dreaming of what could be And if I'd end up happy I would pray (I would pray) Trying hard to reach out But when I tried to speak out Felt like no one could hear me Wanted to belong here But something felt so wrong here So I prayed I could break away [Chorus:] I'll spread my wings and I'll learn how to fly I'll do what it takes til' I touch the sky And I'll make a wish Take a chance Make a change And breakaway Out of the darkness and into the sun But I won't forget all the ones that I love I'll take a risk Take a chance Make a change And breakaway
********************************
Breakaway... Take a chance... Take a risk... Be brave... Make a change...
And all other comforting words to encourage you to change your life and take a risk... I know it's not that easy, right ? Well, if now you are in a lower situation and condition, where you are trying to reach your higher dreams, it would not be that scarry... I mean, you may be willing to take a chance and give everything you got to do that... You have nothing to loose anyway... Either you may get it or you can't get it... All or nothing...
But what if you are already in a good-comfort-nice-safe situation and condition, but you are not happy with your life, are you willing to leave and sacrifice it all, to reach your dreams or to make a better life, which might take you to a less income and lower ground ??? Are you brave enough to do that ? Are you going to sacrifice your family for that ? Or people may wonder are you stupid enough to do that ? Is it worth it ? Is it too late already ? Are you willing to make a change and breakaway ??? Now that's waht i call the most tempting and challenging thing to do... Am i right ??? It's not that easy, right ? And it is also quite stupid, right ???
I agree... But i am willing to take a chance and make that change in my life... For what ??? For the sake of making my life more alive, meaningful and more worth it to live... For me and for my family...
I know i am not that rich... and i also still have some credit card debt with me... But i do have 'enough' & 'safe' income to make a living for me and my family... But do i have time for my family ? Yes and No... Everyday, i go to work at 7 AM and come home at 8 PM the soonest... However, I already reserved my Saturday-Sunday dedicated especially for my family... But i then realized, even when my body was at home, sometimes my thoughts and mind were not there... I still thought and did some of my job-related stuffs...
What have i done for them ? What have i given to them ? A life ??? Or a living ??? Money ??? Safety ??? I know with my 'enough' salary, i can give them 'enough' money to cover all the expenses and costs of living... But have i given them a safety ??? Well, i got some insurance to cover the risk and safety factors.
So why the hell should i change and breakaway then ? As i said, For the sake of making my life more alive, meaningful and more worth it to live... For me and for my family... And why the hell should i think of that ? Who told me that what i am going to do is going to make my life and my family better ???
God told me...
"Yeah, right..." Some of you might think like that... I used to think like that too... I know i wasn't a 'Religious-Faithful-Fanatic-Believer' of God... If somebody told me a story about the greatness of God, i would think :"Oh no... Not again... It must must be one of those religious story..."
But you know what, for the first time in my life, God spoke and touched me... Not directly... but through some 'Good People' that i met and through all the things that i worked on and worked with... Believe it or not, they spoke to me right the next day after i asked and complain to Him the other night... (as usual, i always come to God only whenever i am in a trouble or ask for help/favor/something or complain about something...) Believe it or not, The answers were coming to me day after day after that day... I am thankful that He grant me a mind that could figure it all out and got His messages to me... And one thing i am more thankful to Him, i still can have my life and i still have a chance to make my life more alive and meaningful...
He also had given me a talent... A talent that i always don't have a courage to explore and expand... A talent that i actually can use to make a living...
So, yes... I am going to take the chance and i am willing to take the risk...
Because there is something i never thought about before, what if tomorrow never comes ? What have i left for my family ? A safety ? A good living ? A good memories, perhaps ? What is my dream actually ?
i am thankful that i still can have my life... The life that i can share and cherish with my family... The family that after all this time had lost their precious time with me... That's what i am going to do... To make my life more alive, meaningful and more worth it to live... and so please help me God...
Satellite Gps tracking of every mobile phone I found out this site that lets you enter any mobile phone number and it will try to find and show you the exact location of the mobile holder with a 10 feet error range. So now you are able to know where is your husband or wife position. http://www.sat-gps-locate.com/
Tom had this problem of getting up late in the morning and was always late for work. His boss was mad at him and threatened to fire him if he didn't do something about it. So Tom went to his doctor who gave him a pill and told him to take it before he went to bed. Tom slept well and in fact wake up one hour before the alarm rang in the morning. He woke up, took a bath, had a leisurely breakfast and drove cheerfully to work.
Arrived 15 minutes before office time, he was very excited and ran to his boss room.
"Boss", he said, " The pill actually worked!"
"What pill ???" the boss confused, then asked: " where were you yesterday?"
When I was a kid, I used to have very simple dreams, one of which is being able to finish my studies, the other one is being able to land a job that will be able to support my family and afford us a decent and more comfortable life. I was able to do that. I graduated with a degree in Accounting, with flying colors like they used to say! Then I became an auditor and landed a job that pays me enough to afford us the simple pleasures of life, very simple pleasures like dining out, watching movies, buying an airconditioning unit that already seems to be a necessity in a country whose temperature reaches 42 degrees celsius in summer.
I celebrated that. I rejoiced when those dreams came true. Yet somewhere in my heart, I knew I had a few secret dreams. Dreams too extravagant for me then that fulfilling them seemed to be selfishness already to me. For how could I even think of them if I don’t even know how we can get by from day to day?
I dreamt again. I dug up the passions I’ve buried for so long. Music, photography, writing. I wanted to do the things I’ve always wanted to do. I wanted to put more meaning in my life.
And yes, I was able to do those, too. I won recognition in a national scriptwriting contest. I was able to write my first book. I was able to establish a website that can reach many people around the world. I celebrated that, too. I felt so blessed to be able to touch lives and comfort others through these gifts.
At first I thought this was enough. I thought I only have to strive harder to improve my skills so I can be more effective in making a difference in the lives of many I haven’t even met. Then it hit me. I’m such a fool thinking I could make such a difference in others while neglecting my own growth, while failing to define who I really am, who I really want to be!
Funny isn’t it? When you thought you’ve been trying to be what you want, when all the while you didn’t even know who you really wanted to be.
I thought I wanted to be an accountant. I thought I wanted to be a writer. And yet it seemed the picture had always been incomplete. For a person is not always in one’s office doing the piles of assignments in her desk. Neither is a person writing 24 hours in a day writing some humorous story or inspirational article. When I’m not doing any of the two roles I mentioned, who am I? Infact, who am I when I’m not doing anything at all?
It was then that I realized how I had been living my life all these years. I realized how I had been striving and pursuing my dreams while remaining the faceless person I had been all along. Yes, faceless and nameless, for I was without a clear understanding of my whole person, and without a concrete vision of the kind of person I really wanted to be.
It’s no wonder then how shy I had been for so long. I was always withdrawing, always afraid. In truth I was afraid of looking at myself, and of realizing how far I am from the person I really wanted to be.
It was not that I was a bad person. Nor was it that I do not know my intelligence and other strengths. But I guess I was hindered since my early years by a certain physical defect in my right eye. I’ve always felt it was the first thing people notice in me, something that made me unattractive, something that made me feel I’m different from all the other kids. I thought I could never be beautiful, so why even try? I thought I could never blend in as a normal kid, so why risk rejection?
So began my journey in the shadow of my fears. So began a life without a real identity, for maybe I’d rather have none than an ugly unacceptable one.
And now, as I ponder upon what I truly want to achieve, these things haunt me as ghosts from a troubled past. For in order to begin the journey towards the person I desire to become, I must begin by facing who I am now, and of accepting myself, warts and all.
I accept my defect. I accept my limitations. I accept and recognize the darkness in me that needed to be illuminated. Yet I also accept my virtues. I accept my gifts. I recognize every good seed that had been planted in my heart all along. And then I am free. Free to remain the way I am today. Free to change and be the best possible me there could ever be.
Finally, I could ask myself who I really wanted to be. Not what job I want. Not what achievements or awards I would like to have. But the kind of person I truly want to be. Because that’s the only thing I could always possess, the only thing no one can ever take away from me, the only thing that can truly make my life meaningful and worthwhile.
Who do I really want to be? I paused and looked into my heart and soul. I asked myself how I wanted to live my life, how I wanted to deal with other people, what impact I would like to create, what sweet fragrance I wanted to leave wherever I should set forth. Am I to be a gloomy cloud casting darkness wherever the wind blows me? Or am I to be a soothing joyous light that brings happines and peace wherever I may choose to go?
And if I wish to be the latter, shouldn’t it follow that I must learn to shine in order to give out light? Doesn’t it follow that I must take off the dark cloak that has hidden my true beauty all these years?
Indeed, if I choose to be light, I must be a light in everything I do, in anywhere that I may go, in all my ways, and in every aspect of my being, from my thinking to my manners, from the purity of my heart to my physical appearance.
From the light of that vision, I begin to define myself. For what indeed is light? And what indeed is beauty? And I must define these in the light of my own wisdom, lest I fall in the trap of trying to please only other people, lest I forget what’s truly important for me.
I can begin now. And I begin by writing down my life purpose:
To walk in perfect peace, true love flowing from my heart, my spirit resonating with a song of gladness as it touches other people’s hearts, comforting each troubled spirit, breaking free from the loneliness and emptiness that had been, and moving on towards the burning flame of hope that never ever dies.
This article was written by Jocelyn Soriano at ITAKEOFFTHEMASK.COM
Konon pada suatu waktu, Tuhan memanggil tiga malaikatnya. Sambil memperlihatkan sesuatu Tuhan berkata, "Ini namanya Kebahagiaan. Ini sangat bernilai sekali. Ini dicari dan diperlukan oleh manusia. Simpanlah di suatu tempat supaya manusia sendiri yang menemukannya. Jangan ditempat yang terlalu mudah sebab nanti kebahagiaan ini disia-siakan. Tetapi jangan pula di tempat yang terlalu susah sehingga tidak bisa ditemukan oleh manusia. Dan yang penting, letakkan kebahagiaan itu di tempat yang bersih". Setelah mendapat perintah tersebut, turunlah ketiga malaikat itu langsung ke bumi untuk meletakkan kebahagiaan tersebut. Tetapi dimana meletakkannya? Malaikat pertama mengusulkan, "Letakan dipuncak gunung yang tinggi". Tetapi para malaikat yang lain kurang setuju. Lalu malaikat kedua berkata, "Latakkan di dasar samudera". Usul itupun kurang disepakati. Akhirnya malaikat ketiga membisikkan usulnya. Ketiga malaikat langsung sepakat. Malam itu juga ketika semua orang sedang tidur, ketiga malaikat itu meletakkan kebahagiaan di tempat yang dibisikkan tadi. Sejak hari itu kebahagiaan untuk manusia tersimpan rapi di tempat itu. Rupanya tempat itu cukup susah ditemukan. Dari hari ke hari, tahun ke tahun, kita terus mencari kebahagiaan. Kita semua ingin menemukan kebahagiaan. Kita ingin merasa bahagia. Tapi dimana mencarinya? Ada yang mencari kebahagiaan sambil berwisata ke gunung, ada yang mencari di pantai, Ada yang mencari ditempat yang sunyi, ada yang mencari ditempat yang ramai. Kita mencari rasa bahagia di sana-sini: di pertokoan, di restoran, ditempat ibadah, di kolam renang, di lapangan olah raga, di bioskop, di layar televisi, di kantor, dan lainnya. Ada pula yang mencari kebahagiaan dengan kerja keras, sebaliknya ada pula yang bermalas-malasan. Ada yang ingin merasa bahagia dengan mencari pacar, ada yang mencari gelar, ada yang menciptakan lagu, ada yang mengarang buku, dll. Pokoknya semua orang ingin menemukan kebahagiaan. Pernikahan misalnya, selalu dihubungkan dengan kebahagiaan. Orang seakan-akan beranggapan bahwa jika belum menikah berarti belum bahagia. Padahal semua orang juga tahu bahwa menikah tidaklah identik dengan bahagia. Juga kekayaan sering dihubungkan dengan kebahagiaan. Alangkah bahagianya kalu aku punya ini atau itu, pikir kita. Tetapi kemudian ketika kita sudah memilikinya, kita tahu bahwa benda tersebut tidak memberi kebahagiaan. Kita ingin menemukan kebahagiaan. Kebahagiaan itu diletakkan oleh tiga malaikat secara rapi. Dimana mereka meletakkannya? Bukan dipuncak gunung seperti diusulkan oleh malaikat pertama. Bukan didasar samudera seperti usulan malaikat kedua. Melainkan di tempat yang dibisikkan oleh malaikat ketiga. Dimanakah tempatnya???
Untuk mendapatkan kesuksesan dan kebahagiaan itu tidaklah mudah. Perlu perjuangan. Ibarat sebuah berlian, dimana untuk mendapatkan kilauan yang cemerlang, harus terus diasah dan ditempa sehingga kemilauan yang dihasilkan terpancar dari dalamnya.
Begitu juga hidup ini. Kita harus rendah hati. Seringkali kita merasa minder dengan keberadaan diri kita. Sering kali kita berkata, ah... gue mah belum jadi orang. Tinggal aja masih ama ortu, ngontrak, Pondok Mertua Indah dll. Kita harus ingat, bahwa yang menentukan masa depan kita adalah Tuhan. Dan kita harus menyadari bahwa jalan Tuhan bukan jalan kita. Tuhan akan membuat semuanya INDAH pada waktunya. menurut buku ada 7 faktor (mental, spiritual, pribadi, keluarga, karir, keuangan dan fisik) yang menentukan sukses seseorang, mengapa tidak kita coba untuk mencapainya semua itu? Setelah kita mencapainya, bagaimana kita membuat ke-7 faktor tersebut menjadi seimbang? Yang penting disini adalah hikmat. Barangsiapa yang bijaksana dapat mencapai kebahagiaan dan kesuksesan di dalam hidup ini. Oh ya..., dimanakah para malaikat menyimpan kebahagiaan itu? DI HATI YANG BERSIH
Seorang sopir taxi telah mengajarkan pada saya bagaimana memenuhi harapan dan kepuasan pelanggan. Sebuah pelajaran berharga satu juta Dollar. Mungkin anda harus mengeluarkan ribuan Dollar untuk membayar seorang pembicara profesional dalam sebuah seminar atau pelatihan motivasi bagi karyawan perusahaan. Tapi kali ini saya hanya cukup mengeluarkan ongkos taxi seharga 12 Dollar saja.
Ceritanya begini: Suatu hari saya terbang ke Dallas untuk menemui seorang klien. Waktu itu sangat sempit, karena saya harus segera kembali ke airport.
Saya menyetop sebuah taxi. Begitu tiba, dengan segera sopir taxi membuka pintu mobil untuk saya, dan memastikan bahwa saya telah duduk dengan nyaman di dalamnya.
Begitu ia duduk di belakang kemudi, ia menunjuk sebuah koran Wall Street Journal yang terlipat rapi di samping saya untuk dibaca. Lalu ia menawarkan beberapa kaset, dan menanyakan jenis musik apa yang saya sukai. "Wow," saya cukup terperanjat dengan pelayanan yang diberikannya. Saya menoleh ke sekeliling. Jangan-jangan ada program "Candid Camera" yang ingin menjebak dan mengolok-olok saya. Dengan penuh penasaran saya memberanikan bertanya pada sopir taxi itu, "Wah, kelihatannya anda sangat senang sekali dengan pekerjaan anda ini. Tentu anda punya cerita yang panjang mengenai pekerjaan anda ini"
"Anda salah," jawabnya, "Dulu saya bekerja di Corporate America . Tetapi saya merasa lelah karena berapa pun kerasnya usaha untuk menjadi yang terbaik dalam perusahaan itu, ternyata tidak pernah memuaskan hati saya. Kemudian saya memutuskan untuk menemukan sebuah ceruk dalam kehidupan saya dimana saya bisa merasa bangga dan puas karena mampu menjadi diri saya yang terbaik."
"Saya tahu," lanjutnya, "Saya takkan pernah bisa menjadi seorang ilmuwan roket, tetapi saya suka sekali mengendarai mobil dan memberikan pelayanan pada orang lain. Saya ingin merasa bahwa saya telah melakukan pekerjaan yang terbaik setiap harinya. Lalu, saya merenungi apa yang jadi kelebihan diri saya, dan wham.. saya menjadi seorang sopir taxi."
"Satu hal yang saya yakini, supaya saya meraih keberhasilan dalam usaha saya ini, saya hanya perlu memenuhi kebutuhan penumpang saya. Tetapi agar bisnis saya ini menjadi luar biasa, saya harus melebihi harapan penumpang saya. Tentu saja saya ingin meraih hasil yang luar biasa, ketimbang yang biasa-biasa saja."
Waw, sebuah pelajaran nyata yang luar biasa. Menurut anda, apakah saya memberinya tip besar atas pelayanan yang diberikannya? Anda salah! Dia adalah kerugian bagi Corporate America, tetapi teman perjalanan yang baik.
Disadur dari: Petey Parker, A Million Dollar Lesson
| |